Jakarta-. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan panduan lengkap penggunaan alat pelindung diri (APD). Panduan ini dibuat untuk tenaga medis yang bertugas menangani kasus COVID-19
AlatPelindung Diri (APD) atau Personal Protective Equipment (PPE) merupakan peralatan yang digunakan oleh orang yang bekerja di laboratorium dan berfungsi untuk melindungi atau meminimalkan terkena ekspos subtansi yang berbahaya baik biologis, kimia, fisika (hazards) (Occupational Safety and health Administration, 2011) yang dapat
c Memastikan ketersediaan alat kebersihan. d. Memastikan ketersediaan kursi dan/atau tempat tidur di area isolasi sementara. 4. Perencanaan dan Standar Prosedur Operasional menggunakan desinfektan setelah ruangan selesai digunakan oleh petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai. 6. Pembersihan dilakukan dengan
Tanpaalat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan. Padahal profesi mereka sangat rentan untuk jadi vektor penyebar corona, imbuh Sano. Sebab, untuk mecukupi kebutuhan dari sekitar 1.000.000 petugas kebersihan dan pemulung membutuhkan dana yang sangat besar. Untuk siapapun yang ingin berdonasi yuk kita membantu sesama melalui
Alat pelindung jatuh harus selalu dipakai oleh karyawan apabila resiko cedera karena jatuh tidak dapat dihilangkan. âą Alat pelindung jatuh harus dipakai oleh karyawan yang bekerja lebih dari 2 meter di atas permukaan lantai dan berada diluar platform dan handrail pengaman. Ini juga berlaku untuk karyawan yang bekerja di ketinggian dengan
70BpB.
ArticlePDF AvailableAbstractAlat Pelindung Diri APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan dengan 10 orang pekerja pengangkut sampah, ditemukan 70% pekerja pengangkut sampah tidak menggunakan APD dan tidak merawat APD dengan baik. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat kuantitatif dengan desain Cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji chi-square yang dilakukan menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penggunaan alat pelindung diri APD terhadap sikap p = 0,028, ketersediaan sarana p = 0,028, pelatihan p = 0,021, pengawasan p = 0,024, dan motivasi p = 0,000, serta tidak ada hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan p = 0,616, dan manajemen p = 0,836. Hasil penelitian multivariat bahwa variabel ketersediaan sarana merupakan faktor yang mempunyai pengaruh paling kuat dengan nilai p = 0,016 dan OR sebesar 2. Disarankan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang sebaiknya dapat lebih tegas dalam menerapkan regulasi pada pekerja pengangkut sampah, mengenai penggunaan APD dalam bekerja. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. Jurnal Kesehatan Global, Vol. 2, No. 1, Januari 2019 20-28Published By Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan HelvetiaARTIKEL RISETURL Artikel PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJAPENGANGKUT SAMPAH DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP DANKEBERSIHAN KOTA PALEMBANGDeterminants Of The Use Personal Protective Equipment In Workers Of WasteCarrier In The Department Of Environment And Hygiene Of PalembangRiza Agustina U1K, Kamaluddin,2Dahlan, Hatta31Departemen Magister K3KL Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya Palembang,Indonesia2Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang, Indonesia3Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya Palembang, IndonesiaEmail Penulis Korespondesnsi riza1916 Pelindung Diri APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untukmelindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensibahaya di tempat kerja. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan dengan 10orang pekerja pengangkut sampah, ditemukan 70% pekerja pengangkut sampah tidakmenggunakan APD dan tidak merawat APD dengan baik. Penelitian ini merupakan penelitiananalitik yang bersifat kuantitatif dengan desain Cross sectional. Hasil penelitian menunjukkanbahwa hasil uji chi-square yang dilakukan menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikanantara penggunaan alat pelindung diri APD terhadap sikap p= 0,028, ketersediaan sarana p= 0,028, pelatihan p= 0,021, pengawasan p= 0,024, dan motivasi p= 0,000, serta tidakada hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan p= 0,616, dan manajemen p= 0,836.Hasil penelitian multivariat bahwa variabel ketersediaan sarana merupakan faktor yangmempunyai pengaruh paling kuat dengan nilai p = 0,016 dan OR sebesar 2. Disarankan kepadaDinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang sebaiknya dapat lebih tegas dalammenerapkan regulasi pada pekerja pengangkut sampah, mengenai penggunaan APD Kunci Determinan, Alat Pelindung Diri, Pekerja Pengangkut SampahAbstractPersonal Protective Equipment PPE is a device that has the ability to protect someonewhose function is to isolate part or all of the body from potential hazards in the on the results of a preliminary study conducted with 10 people carrying garbageworkers, it was found that 70% of workers carrying garbage did not use PPE and did not treatPPE properly. This study is a quantitative analytical study with a cross sectional design. Theresults showed that the results of the chi-square test conducted showed that there was asignificant relationship between the use of personal protective equipment PPE on attitudes p= availability of facilities p = training p = supervision p = andmotivation p = 0,000, and there was no significant relationship to knowledge p = andmanagement p = The results of multivariate research that the availability of facilitiesvariable is the factor that has the strongest influence with a significant value = and an Jurnal Kesehatan Global, Vol. 2, No. 1, Januari 2019 20-28Published By Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan HelvetiaOR of 2. It is suggested that the Environment and Hygiene Agency of the city of Palembangshould be more assertive in implementing regulations onwaste transport workers, regarding theuse of PPE in Determinants, Personal Protective Equipment, Waste Carrier WorkersPENDAHULUANAlat Pelindung Diri APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untukmelindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensibahaya di tempat kerja. APD apabila digunakan dengan benar dan tepat dapat memberikanperlindungan bagi tenaga kerja dari berbagai dampak dari kecelakaan akibat kerja, dan jugadapat mendukung kinerja karyawan maupun perusahaan. Berdasarkan hasil studi pendahuluanyang telah dilakukan dengan 10 orang pekerja pengangkut sampah, ditemukan 70% pekerjapengangkut sampah tidak menggunakan APD dan tidak merawat APD dengan baik. Dalampelaksanaannya Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3 bertujuan untuk menciptakan tenagakerja yang sehat dan produktif sehingga terciptanya keamanan dan kenyamanan hidup sehatdalam bekerja maka terwujudlah derajat kesehatan yang optimal. Pelayananan pengangakutansampah di Palembang mencakup 18 kecamatan yang ditangani oleh petugas pengangkut sampahantara lain Seberang Ulu I, Jakabaring, Kertapati, Seberang Ulu II, Plaju, Ilir Timur I, IlirTimur II, Ilir Timur III, Ilir Barat I, Ilir Barat II, Bukit Kecil, Gandus, Sukarami, Alang-AlangLebar, Kemuning, Sematang Borang, Sako dan penelitian yang dilakukan Elfitri Roza, pengetahuan petugas kebersihantentang alat pelindung diri di PD. Jaya Kec. Pasar Minggu kurang baik 70% menggunakan APDtidak baik, sedangkan bersikap negatif yang menggunakan APD kurang baik 80% dan bersikappositif menggunakan APD baik 35,7% 1. Sedangkan menurut penelitian Herlinda Health BelifModel HBM digunakan untuk menjelaskan persepsi pemulung terhadap risiko kesehatan dankeselamatan kerja tersebut. Dengan mengetahui persepsi pemulung terhadap risiko kesehatandan keselamatan kerja dikaitkan dengan penggunaan APD, maka akan diperoleh alasan utamamengapa selama ini pemulung tidak menggunakan APD selama bekerja. Dengan diketahuialasan utama ini, maka akan dapat dijadikan dasar pengembangan program peningkatan derajatkesehatan dan keselamatan pemulung sesuai kebutuhan mereka 2.Pekerja pegangkut sampah di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan merupakanPekerja Harian Lepas PHL. Pekerja pengangkut sampah Dinas Lingkungan Hidup danKebersihan setiap harinya bekerja memungut, serta mengumpulkan sampah dari rumah tangga,hingga pusat keramaian seperti pasar, ruko, perkantoran, rumah sakit dan sampah jalanan dilingkungan kota Palembang. Petugas pengangkut sampah merupakan Pekerja Harian LepasPHL. Berdasarkan survey awal yang telah dilakukan peneliti dengan 10 orang pekerjapengangkut sampah, ditemukan 70% pekerja pengangkut sampah tidak menggunakan APD dantidak merawat APD dengan baik. Berdasarkan wawancara dengan petugas pengangkut sampahjuga ditemukan kejadian kecelakaan kerja seperti tertusuk benda tajam seperti pecahan kaca,tangan tergores dan luka saat bekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor determinanyang berhubungan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja pengangkut sampah di DinasLingkungan Hidup dan Kebersihan Kota PENELITIANJenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik yang bersifatkuantitatif dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui tentang hubunganperilaku pekerja pengangkut sampah sebagai variabel independen dan penggunaan APD padapekerja pengangkut sampah sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah Jurnal Kesehatan Global, Vol. 2, No. 1, Januari 2019 20-28Published By Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Helvetiapara pekerja pengangkut sampah yang bekerja di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan KotaPalembang. Berdasarkan data yang ada jumlah pekerja pengangkut sampah yang bekerja diDinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang adalah 451 orang. Teknikpengambilan sampel pada penelitian ini dengan random sampling 3. Perhitungan sampel akandilakukan dengan rumus uji hipotesis 2 proporsi. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 130orang pekerja. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dengan menentukan hubunganvariabel independen dengan variabel dependen melalui uji Chi-square. Analisis data bivariatdilakukan dengan perangkat komputer untuk membuktikan hipotesis untuk memperolehjawaban apakan dua variabel saling berhubungan atau tidak yaitu dengan ketentuan jika Pvalue 0,05. MenurutGreen 8 dalam peningkatan pengetahuan tidak selalu menyebabkan perubahan perilaku, namunhubungan positif antara kedua variabel ini telah diperlihatkan dalam sejumlah penelitian yangdilakukan. Menurut penelitian yang dilakukan Winandar dari 25 responden dengan pengetahuantinggi sebanyak 10 orang 40% yang lengkap menggunakan APD, dan dari 32 responden denganpengetahuan rendah sebanyak 10 orang 31,3% yang lengkap menggunakan APD 9. Berdasarkanuji statistik diketahui p value < α = 0,05, ada hubungan pengetahuan dengan penggunaan alatpelindung diri pada petani yang menggunakan Pekerja Pengangkut Sampah dengan Penggunaan APDSelaras dengan hasil penelitian Lensoni didapatkan bahwa sikap petugas dengan penggunaanalat pelindung diri p value = 0,016 < α 0,05, yang berarti Ho ditolak sehingga dapat disimpulkanbahwa ada hubungan antara sikap petugas dengan penggunaan alat pelindung diri. 10 Sikap dalamhal ini merupakan kelakuan dari pekerja pengangkut sampah yaitu kesiapan dari seseorang yangbereaksi terhadap stimulus kemudian direspon. Sikap negatif dari seseorang terjadi karena banyakfaktor. Seperti kebiasaan dari pekerja pengangkut sampah yang meremehkan bahwa penggunaan APDtidaklah terlalu penting yang justru dapat mengakibatkan hal yang fatal dan berdampak buruk bagikesehatan dan keselamatan pekerja pengangkut sampah. Sehingga perlu dilakukan berbagai upayauntuk mengubah sikap yang baik agar tercipta perilaku yang baik dalam menjalankan Sarana Pekerja Pengangkut Sampah dengan Penggunaan APDAda hubungan yang signifikan antara ketersediaan sarana dengan penggunaan APD. Penelitianini sejalan dengan penelitian Yustrianita mengungkapkan bahwa ada hubungan yang bermakna antaraketersediaan APD p=0,026 < 0,05 dengan penggunaan APD pada pekerja bagian Finishing diProyek Apartemen Serpong tahun 2014 11. Jurnal Kesehatan Global, Vol. 2, No. 1, Januari 2019 20Published By Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan HelvetiaBerdasarkan analisis multivariat semakin besar nilai OR berarti semakin besar pulapengaruhnya terhadap variabel dependen yang dianalisis 12, ternyata variabel yang berhubunganbermakna dengan kejadian penggunaan APD adalah variabel sikap, manajemen, pelatihan,pengawasan dan motivasi. Sedangkan variabel ketersediaan sarana sebagai variabel analisis didapatkan Odds Ratio OR dari variabel Ketersediaan Sarana APD adalah 2,3, artinyaketersediaan sarana APD baik akan meningkat sebesar 2 kali lebih tinggi dibandingkan ketersediaansarana APD kurang baik. Penelitian ini sejalan dengan penelitian dari Eko dimana analisis multivariatmenunjukkan bahwa faktor yang menunjukkan pengaruh yang paling bermakna adalah ketersediaansarana dengan nilai p = 0,002 dan Exp B = 31 13. Ketersediaan sarana adalah salah satu faktoryang mempengaruhi terbentuknya perilaku aman saat melakukan pekerjaan, dimana ketersediaanfasilitas atau sarana dan prasarana harus sesuai dengan resiko dan bahaya yang dihadapi oleh pekerjadi tempat kerja. Sarana APD dapat mendukung pembentukan perilaku. Pembentukan perilaku berupapengetahuan, sikap dan tindakan, bisa dilihat walaupun pengetahuan dan sikap yang dimiliki pekerjapengangkut sampah cukup baikk, tetapi tidak didukung sarana yang lengkap tidak akan terbentuktindakan berupa perilaku. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Indra Gunawan danAhmad bahwa hasil analisis multvariat menunjukkan variabel pengetahuan merupakanvariabel dominan berhubungan dengan perilaku penggunaan APD pada pekerja dengan p value0,002 14.Manajemen Pekerja Pengangkut Sampah dengan Penggunaan APDTidak ada hubungan yang signifikan antara manajemen dengan penggunaan APD. Menurutpenelitian Zuliyanti yang dilakukan di PT. Gold Coi Indonesia terlihat banyak perilaku pekerja yangtergolong tindakan tidak aman seperti tidak menggunakan alat pelindung diri yang telah disediakanperusahaan pada saat sedang bekerja. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian dimana adapengaruh manajemen dengan penggunaan Alat Pelindung Diri 15. Manajemen penggunaan alatpelindung diri belum berjalan dengan sistematis, biasanya pekerja hanya melaporkan kekurangan dankerusakan APD kepada kepala wilayah. Sedangkan untuk evaluasi manajemen penggunaan APDbelum pernah dilakukan yang biasa dilakukan seperti evaluasi kinerja dari pekerja pengangkutsampah tersebut. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri juga bahwa kinerja pekerja tidak terlepas denganupaya perlindungan bahaya dan risiko kerja dimana yang dimaksud yaitu penggunaan dan penerapanAPD. Apabila manajemen APD berjalan lancar dan optimal maka bisa dipastikan pengelolaan APDjuga akan berjalan dengan lancar dan upaya pengendalian dapat berjalan dengan efektif dan Pekerja Pengangkut Sampah dengan Penggunaan APDSelaras dengan penelitian yang dilakukan Raodah di PT. Semen Bosowa Marosmenunjukkan bahwa pelatihan mempengaruhi penggunaan APD yaitu p value 0,000 < 0,05 yangberarti ada hubungan antara pelatihan dengan penggunaan APD pada karyawan bagian Packer PTSemen Bosowa Maros 16. Berdasarkan hasil wawancara dengan pekerja pengangkut sampahberpendapat bahwa perlu dilakukan pelatihan yang spesifik mengenai pentingnya menggunakan AlatPelindung Diri seperti pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja serta penggunaan alat pelindung diripada setiap pekerja dengan mengumpulkan semua pekerja karena pekerjaan yang mereka lakukandapat berdampak negatif pada kesehatan mereka untu dimasa yang akan datang karena dampak daripada saat mereka melakukan pekerjaan tidak menggunakan Alat Pelindung Diri. Demikian fungsi daripelatihan yang diharapkan dapat dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan gunameningkatkan produktifitas dan kemampuan dari pekerja pengangkut sampah dengan dampak yangmereka rasakan selama terpapar langsung dengan sampah setiap mereka melakukan pekerjaantersebut, namun juga untu pengembangan kinerja dan lingkungan kerja sesuai dengan Pekerja Pengangkut Sampah dengan Penggunaan APDSelaras dengan penelitian Kautsar bahwa ada hubungan pengawasan terhadap penggunaanAPD dengan pvalue 0,023< 0,05 berarti pengawasan mempengaruhi dalam penggunaan APD pada Jurnal Kesehatan Global, Vol. 2, No. 1, Januari 2019 20Published By Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Helvetiapekerja operator di area Wood Workimg I PT Yamaha Indonesia tahun 2014 17. Pengawasan yangdilakukan di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan biasa dilakukan setiap hari oleh KepalaWilayah. Pengawasan ini hanya dilakukan dengan cara pengecekan perlengkapan, peralatan yangdibawa oleh pekerja pengangkut sampah serta dilakukan pengawasan saat mereka bekerja denganbaik atau tidak. Hasil pengawasan pekerja yang tidak menggunakan APD biasanya tidak dilakukandengan pencatatan sehingga tidak terdapat data pencatatatan yang dapat digunakan untuk melakukanpeninjauan ulang bagi pekerja yang malas menggunakan alat pelindung diri. Perubahan perilakuindividu dimulai dengan tahap kepatuhan, identifikasi, kemudian baru menjadi internalisasi. Mula âmula individu mematuhi tanpa kerelaan melakukan tindakan tersebut dan seringkali karena inginmenghindari hukuman ataupun sanksi, jika dapat mematuhi anjuran tersebut maka biasanyaperubahan terjadi pada tahap ini sifatnya hanya sementara, artinya bahwa tindakan dilakukan selamamasih ada pengawas. Namun pada saat pengawas mengendur perilaku itu pun ditinggalkan lagi 18.Motivasi Pekerja Pengangkut Sampah dengan Penggunaan APDAda hubungan yang signifikan antara motivasi dengan penggunaan APD. Menurut penelitianWijayanto didapatkan nilai signifikansi p = 0,03 sehingga disimpulkan ada hubungan motivasiperawat dengan perilaku pemakaian alat pelindung diri saat melakukan kemoterapi di ruang rawatinap RSUD Dr. Moewardi 19. Menurut Handoko motivasi eksternal berasal dari luar yangmerupakan pengaruh dari orang lain atau lingkungan. Lingkungan merupakan suatu yang ada disekitar individu baik secara fisik,biologis maupun social lingkungan yang tidak mendukung kondisiyang tidak kondusif akan membuat stress 20.KESIMPULANAda hubungan yang signifikan antara sikap, pelatihan, pengawasan, dan motivasi terhadappenggunaan APD pekerja pengangkut sampah di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan KotaPalembang Tahun 2018, faktor ketersediaan sarana merupakan faktor utama yang mempengaruhipaling berhubungan dengan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja pengangkut sampah diDinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang Tahun TERIMA KASIHPeneliti mengucapkan terimakasih kepada enumerator yang banyak memberikan bantuan dandukungan serta ucapan terimakasih kepada Bapak/ibu Kepala Dinas Lingkungan Hidup danKebersihan Kota Palembang yang telah berikan izin sebagai tempat pelaksanaan PUSTAKA1. Roza E. Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri padapetugas kebersihan di PD. Pasar Jaya Kec. Pasar Minggu Tahun 2015. 2015;2. Herlinda. Herlinda. 2010. Persepsi Pemulung terhadap Risiko Kesehatan dan KeselamatanKerja Dikaitkan dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri APD di Tempat PenampunganSampah Sementara TPS Tegallega Bandung. Univ Indones. 2010;3. Sugiyono. Metode Penelitian. Azwar A. Pengantar Administrasi Kesehatan. Hastono SP. Analisis Data Kesehatan. Wijayanti DF. Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Penggunaan Alat Pelindung Diriterhadap Keluhan Gangguan Kulit pada petugas Sampah TPA Batu Layang Pontianak. 2016;7. Purba AB. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Alat Pelindung Diri APD padaPerajin Keranjang Bambu Desa Si Godang Barat Kecamatan Panei Kabupaten SimalungunTahun 2017. Univ Tanjungpura Pontianak. 2017;8. Notoatmodjo S. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Winandar A. Fakor âfaktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Pelindung DiriAPD pada Petani yang Menggunakan Pestisida Gapong Susoh Kecamatan Bilang PidieTahun 2015. 2015;10. Lensoni NH dan SJ. Hubungan Perilaku dan Sikap Pekerja Pengangkut Sampah dengan Jurnal Kesehatan Global, Vol. 2, No. 1, Januari 2019 20Published By Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan HelvetiaPenggunaan Alat Pelindung Diri di Kampung Jawa. J Aceh Med ISSN 2548-96232018JurnalAceh Med ISSN 2548-96232018. 2018;11. Yustrianita I. FaktorâFaktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri padapekerja Bagian Finishing PT di Proyek Apartemen Serpong Tahun 2014. Univ Indones Hidayat AAAH. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. 2005. SalembaMedika. Jakarta Hutabarat EP. Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemakaian Alat PelindungDiri pada Pekerja Bagian Produksi di Agrinusa Unit Poultry Feed Tahun Kesehat Masyarakat Univ Sumatra Utara. 2018;14. Gunawan I dan AM. Hubungan Antara Pengetahuan, Sikap dan Motivasi dengan PerilakuPenggunaan Alat Pelindung Diri pada Pekerja Bagian Produksi PT. Katingan Indah Utama,Kabupaten Kota Waringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Univ Ahmad Dahlan. 2016;15. Zulliyanti S. Pengaruh Perilaku Tenaga Kerja terhadap Penerapan Manajemen Keselamatandan Kesehatan Kerja di bagian produksi PT. Gold Coin Indonesia Tahun 2010. 2010;16. Raodah S. FaktorâFactor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri padaKaryawan Bagian Packer PT. Semen Bosowa Tahun 2014. Public Heal Sci Journal437 â449. 2014;17. Kautsar A. FaktorâFaktor yang Berhubungan dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri APDPada Pekerja Operator di Area Wood Working I PT Yamaha Indonesia Tahun 2014. FakKersehatan MasyarakatUniversitas Indones. 2014;18. Aweng ER and Fatt CC. Perception of Rubbish Collectors at the Garbage Dump Sites inKelantan, Malaysia on the use of Personal Protective Equipments PPE. Univ Malaysia HealEnviron Journal. 2014;Vol 5 Wijayanto W. Hubungan Motivasi Perawat dengan Perilaku Pemakaian Alat Pelindung Dirisaat melakukan Kemoterapi di Ruang Inap Surakarta. 2015;20. Handoko TH. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia 2005. ... Jayanti, 2019 Berdasarkan data penelitian jurnal kesehatan global 2019 menunjukan bahwa hasil uji chi-square yang di lakukan menunjukan bahwa ada hubungan yang siknifikan antara alat pelindung diri atau APD terhadap sikap p=0,028, ketersediaan sarana p=0,28, pelatihan p=0,21, pengawasan 0,024, dan motifasi p=0,000, serta tidak ada hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan p=0,16, manajemen p=0,836. Hatta, 2019 METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik yang bersifat kuantitatif dengan desai kroseksional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku pekerja pengangkut sampah sebagai variable independen dan penggunaan APD pada pekerja menggunakan variable dependen. ... Dede MarisaBureni ProgramStudi Ilmu KeperawatanAlat Pelindung DiriAbstrak Alat pelindung diri APD adalah alat yang mempunay kemampuan kemampuan untuk melindungi sesorang dan berfungsi untuk mengisolasitubuh dari potensi yang berbahaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil penelitian mennjukan bahwa hasili uji chi-square yang dilakukan menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penguaan alat pelindung diri APD terhadap sikap p=0,28, ketersediaan sarana p=0,28, pelatihan p=0,21, pengawasan p=0,24, dan motivasi p=0,000, serta tidak ada hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan p=616, dan managemen p=0,836. Hasil penelitian multivariat bahwa variaebel ketersediaan saraana merupakan factor yang mempunay pengaruh paling kuat dengan nilai p=0,16 dan OR sebesar AdministrasiDan Kebijakan Kesehatan Andi Rizki AmeliaTujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sehingga masyarakat dapat hidup sejahtera, produktif serta dapat berkontributif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan peran tenaga kesehatan sebagai pilar dalam memberikan pengobatan maupun pencegahan penyakit. dokter dan tenaga kesehatan lainnya harus mampu berperan sebagai seorangmanager pelayanan kesehatan sebagai salah satu fungsi "five star doctor", dengan kemampuan manajerialnya yang andal tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efesien dalam konteks keterbatasan sumber dayaHubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada petugas kebersihan di PD. Pasar Jaya KecE RozaRoza E. Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada petugas kebersihan di PD. Pasar Jaya Kec. Pasar Minggu Tahun 2015. 2015;S P HastonoHastono SP. Analisis Data Kesehatan. dan Tindakan Penggunaan Alat Pelindung Diri terhadap Keluhan Gangguan Kulit pada petugas Sampah TPA Batu Layang PontianakD F WijayantiHubungan PengetahuanWijayanti DF. Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Penggunaan Alat Pelindung Diri terhadap Keluhan Gangguan Kulit pada petugas Sampah TPA Batu Layang Pontianak. 2016;Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Alat Pelindung Diri APD padaA B PurbaPurba AB. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Alat Pelindung Diri APD padaFakor -faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri APD pada Petani yang Menggunakan Pestisida Gapong Susoh Kecamatan Bilang Pidie TahunA WinandarWinandar A. Fakor -faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri APD pada Petani yang Menggunakan Pestisida Gapong Susoh Kecamatan Bilang Pidie Tahun 2015. 2015;Hubungan Perilaku dan Sikap Pekerja Pengangkut Sampah dengan Published By Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Helvetia Penggunaan Alat Pelindung Diri di Kampung JawaN H LensoniSjLensoni NH dan SJ. Hubungan Perilaku dan Sikap Pekerja Pengangkut Sampah dengan Published By Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Helvetia Penggunaan Alat Pelindung Diri di Kampung Jawa. J Aceh Med ISSN 2548-96232018Jurnal Aceh Med ISSN 2548-96232018. 2018;Penggunaan Alat Pelindung Diri di Kampung JawaPenggunaan Alat Pelindung Diri di Kampung Jawa. J Aceh Med ISSN 2548-96232018Jurnal Aceh Med ISSN 2548-96232018. 2018;Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada pekerja Bagian Finishing PT di Proyek Apartemen Serpong TahunI YustrianitaYustrianita I. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada pekerja Bagian Finishing PT di Proyek Apartemen Serpong Tahun 2014. Univ Indones Depok. 2014;Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis DataAaah HidayatHidayat AAAH. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisis Data. 2005. Salemba Medika. Jakarta Susanto.
Sumber Pexels/Chevanon PhotographyBagi seorang pekerja dan perusahaan, keselamatan kerja menjadi hal utama. Apalagi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau K3 ini juga diatur dalam Undang-undang perusahaan dan pekerja harus sama-sama mengetahui tentang keselamatan kerja sesuai dengan standar yang berlaku, salah satunya menggunakan Alat Pelindung Diri APD yang sesuai adalah alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang dengan cara mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat ini terdiri dari perlengkapan wajib yang digunakan pekerja untuk menjaga keselamatan pekerja sekaligus orang di ini tertuang dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. tentang Alat Pelindung Diri. Untuk itu, pengusaha wajib untuk menyediakan APD sesuai dengan Standar Nasional Indonesia SNI bagi Saja Bentuk Alat Pelindung Diri yang Sesuai dengan Standar Kesehatan & Keselamatan Kerja K3?Yuk, ketahui beberapa bentuk alat pelindung diri yang sesuai dengan K3 berikut Helm KeselamatanHelm keselamatan atau safety helmet berfungsi untuk melindungi kepala dari benturan, pukulan, atau kejatuhan benda tajam dan berat yang melayang atau meluncur di ini juga bisa melindungi kepala kamu dari radiasi panas, api, percikan bahan kimia, atau suhu dia rekomendasi helm keselamatan merek Krisbow yang bisa kamu Brim Helm Keselamatan Kerja Hdpe â KuningCek di siniKrisbow Brim Helm Keselamatan Kerja Hdpe â PutihCek di sini2. Sabuk dan Tali KeselamatanSabuk keselamatan atau safety belt wajib digunakan buat membatasi gerak pekerja agar tidak terjatuh atau terlepas dari posisi yang beberapa pekerjaan mengharuskan pekerja untuk berada pada posisi yang cukup berbahaya, seperti pada posisi miring, tergantung, atau memasuki rongga sabuk keselamatan ini terdiri dari harness, lanyard, safety rope, dengan beberapa alat lainnya, seperti karabiner, rope clamp, decender, dan Harness Full Body Dengan Sabuk PengamanCek di siniKrisbow Sabuk Pengaman Extra TaliCek di sini3. Sepatu BootSelain badan, kaki juga harus dilindungi dari benturan benda berat, risiko tertusuk benda tajam, dan terkena bahan kimia berbahaya dengan cara memakai sepatu bedanya sepatu ini dengan safety shoes adalah perlindungan yang lebih maksimal karena modelnya tinggi dan bisa melindungi kaki hingga bagian betis dan tulang Ukuran M Sepatu Boot Pvc Dengan Reflektor â OranyeCek di siniKrisbow Ukuran L Sepatu Pengaman Boot Dengan Sol Tengah BajaCek di sini4. Sepatu PelindungSama halnya dengan sepatu boot, safety shoes atau sepatu pelindung juga dipakai buat melindungi kaki dari berbagai safety shoes biasanya dilengkapi dengan beberapa hal nih, seperti antislip, antipanas, anti-bahan kimia, anti-listrik, atau yang Ukuran 40 Argon Sepatu Pengaman 6 Inci â HitamCek di siniKrisbow Ukuran 38 Sepatu Pengaman ApolloCek di sini5. MaskerUntuk melindungi organ pernapasan, pakailah masker berikut karena bisa menyaring bahan kimia, mikroorganisme, partikel debu, aerosol, uap, asap, sampai udara yang kamu hirup adalah udara bersih dan sehat. Biasanya, masker yang memenuhi syarat K3 terdiri dari berbagai jenis, seperti respirator, katrit, sampai Masker Respirator Half Mask SingleCek di siniKrisbow Masker Respirator Half Mask DoubleCek di telingaSaat bekerja di bidang konstruksi, pastinya ada banyak suara bising yang berasal dari peralatan konstruksi. Untuk itu, gunakan penutup telinga agar bisa melindungi telinga dari tekanan Headband Pelindung Telinga 30 DbCek di siniKrisbow Headband Pelindung Telinga 35 DbCek di sini7. Kacamata PengamanMata kamu juga harus dilindungi dari paparan partikel yang melayang di udara atau air, percikan benda kecil, benda panas, sampai uap panas. Yap, kamu hanya perlu memakai kacamata itu, kacamata pengaman juga berfungsi untuk menghalangi pancaran cahaya yang langsung pada mata. Jenis kacamata pengaman ini bisa berupa spectacles atau Pengaman Heavy Duty RainbowCek di siniKrisbow Kacamata Pengaman Sporty Dengan NosepadCek di sini8. Sarung TanganAlat keselamatan kerja lainnya yang harus kamu pakai adalah sarung tangan. Gunanya untuk melindungi jari-jari tangan dari api, suhu panas, suhu dingin, radiasi, arus listrik, bahan kimia, benturan, goresan benda tajam, sampai virus dan sarung tangan buat pekerja terbuat dari material yang beraneka macam, seperti logam, kulit, kanvas, kain, karet, dan Sarung Tangan Pengaman Nilon NitrilCek di sini9. Pelindung WajahSesuai namanya, pelindung wajah atau face shield bisa melindungi wajah dari bahan berbahaya saat bekerja. Untuk keamanan maksimal, kamu bisa menggunakan pelindung wajah dengan kaca gelap, seperti berikut Masker Pelindung Wajah Dengan Penutup TelingaCek di siniKrisbow Helm Pelindung Wajah â Kaca GelapCek di sini10. PelampungBuat pekerja yang bekerja di atas air, pelampung atau rompi keselamatan wajib digunakan agar terhindar dari bahaya tenggelam. Alat ini terdiri dari life jacket, life vest atau bouyancy control device untuk mengatur saat tubuh kamu sedang terapung di Ukuran Xl Rompi Pelampung Dengan Leg StrapCek di siniKrisbow Rompi Pelampung Dewasa â Merah Abu-abuCek di siniAlat Pelindung Diri untuk Melawan VirusSelain alat keselamatan kerja, kamu juga bisa menggunakan alat pelindung diri kesehatan bagi para tenaga medis di tengah maraknya pandemi virus korona, lho. Ini dia beberapa alat kesehatan yang bisa melindungi tubuh dari Masker Anti Virus N95Saat keluar rumah atau bepergian, pastikan untuk selalu menggunakan masker. Terbuat dari kain yang lembut untuk kulit, masker ini mampu melakukan filtrasi hingga 95%.Masker ini bisa melindungi kamu dari debu, bakteri, hingga cairan aerosol. Selain buat petugas medis, masker ini juga aman untuk penggunaan Sip Set 5 Pcs Masker Anti Virus Dark Series Kn95Cek di sini2. Pakaian Pelindung Laboratorium & ICUUntuk petugas medis, pakaian ini wajib digunakan agar bisa melindungi dari bakteri dan virus saat menangani fitur lapisan air permeable membrane, kamu bisa bernafas dengan lebih mudah. Pakaian ini sudah teruji steril dan mendapatkan sertifikasi Medical Executive Standard Medical Executive Standard EN14126-2003, APD atau Alat Pelindung Diri ini harus diperhatikan kondisinya. Jika APD rusak, sebaiknya jangan kamu APD juga memiliki masa pakai, sehingga perawatannya harus lebih diperhatikan dan dicatat waktu pembelian serta masa Pakaian Pelindung Laboratorium Apd HazmatBeli di sini3. Hand SanitizerMenjaga kebersihan tangan selama pandemi COVID-19 merupakan hal yang paling penting. Namun, kita mungkin tidak bisa selalu menemukan tempat cuci itulah, kita bisa menggunakan hand sanitizer. Pastikan membawa hand sanitizer ke mana pun kita 500 Ml Hand Sanitizer & Car SterilizationCek di siniNah, itu dia alat penting yang wajib digunakan para pekerja lapangan dan tenaga medis agar tetap aman. Tenang, semua perlengkapan di atas bisa kamu beli di perlengkapan k3 hemat hingga 50% klik di siniMelalui situs ini, kamu juga bisa mendapatkan aneka jenis peralatan rumah tangga dari merek-merek ternama milik Kawan Lama Group, yaitu ACE, INFORMA, Krisbow, SELMA, Toys Kingdom, ATARU, dan masih banyak juga berbagai artikel menarik lainnya dari ruparupa hanya di Google News atau klik di sini.
Upaya kesehatan kerja sangat penting untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan. Salah satu jenis pekerjaan yang berisiko terjadinya kecelakaan dan masalah kesehatan kerja adalah petugas kebersihan. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri APD pada petugas kebersihan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei analitik melalui pendekatan cross sectional dan uji statistik Spearman Rank. Sampel diambil sebagai representatif dari populasi sebanyak 108 petugas kebersihan menggunakan rumus slovin yang dipilih sesuai dengan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan variabel pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan APD dimana p value 0,042 dan ketersediaan APD responden p value = 0,00, sedangkan pengetahuan p value = 0,909 usia p value = 0,108, masa kerja p...
Virus Corona penyebab COVID-19 sangat mudah menular. Oleh karena itu, penggunaan alat pelindung diri APD sangat disarankan untuk membantu mengendalikan dan mencegah infeksi virus Corona. APD penting digunakan oleh orang yang sering bertemu pasien COVID-19, seperti tenaga medis. Alat pelindung diri APD adalah seperangkat perlengkapan yang berfungsi untuk melindungi penggunanya dari bahaya atau gangguan kesehatan tertentu, misalnya infeksi bakteri atau virus corona penyebab COVID-19. Bila digunakan dengan benar dan sesuai standar, APD mampu menghalangi masuknya virus atau bakteri ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, mata, atau kulit. Kriteria dalam Memilih APD Pemilihan APD untuk mencegah infeksi virus Corona tidak bisa dilakukan sembarangan. APD yang ideal untuk mencegah dan melindungi tubuh dari paparan virus Corona harus memiliki kriteria tertentu, di antaranya Mampu melindungi tubuh dari percikan dahak yang mengandung virus Corona Tidak mudah rusak Ringan dan tidak membatasi gerak atau menimbulkan rasa tidak nyaman Mudah dibersihkan Jenis-Jenis APD Berikut ini adalah beberapa jenis APD yang umumnya digunakan para tenaga medis dalam menangani kasus probable, kasus suspek, maupun kasus konfirmasi yang artinya seseorang telah dinyatakan postif COVID-19 1. Masker Jenis masker yang umum digunakan oleh tenaga medis sebagai APD dalam penanganan pasien COVID-19 adalah masker N95. Masker ini terbuat dari bahan polypropylene yang mampu menyaring hampir 95% partikel berukuran kecil dan dapat menutup hidung dan mulut dengan rapat. Sementara itu, masyarakat yang bukan tenaga medis disarankan untuk menggunakan masker bedah yang terdiri dari 3 lapisan dan sudah sesuai standar untuk mengurangi risiko terjadinya penularan COVID-19. 2. Pelindung mata Pelindung mata terbuat dari bahan plastik dan berfungsi untuk mencegah masuknya virus ke dalam tubuh melalui mata. Alat pelindung ini harus pas menutupi area mata, serta tidak mudah berkabut atau mengganggu penglihatan. 3. Pelindung wajah Sama halnya dengan pelindung mata, pelindung wajah juga terbuat dari bahan plastik transparan. Jenis APD ini dapat menutupi seluruh area wajah, mulai dari dahi hingga dagu. Bersama masker dan pelindung mata, pelindung wajah mampu melindungi area wajah dari percikan air liur atau dahak saat pasien COVID-19 batuk atau bersin. 4. Gaun medis Gaun medis digunakan untuk melindungi lengan dan area tubuh tenaga medis. Berdasarkan penggunaannya, terdapat dua jenis gaun medis, yaitu gaun sekali pakai dan gaun yang bisa dipakai ulang. Gaun sekali pakai terbuat dari bahan serat sintetis, seperti polypropylene, poliester, dan polyethylene yang dikombinasikan dengan plastik. Sementara itu, gaun yang bisa dipakai ulang terbuat dari bahan katun atau poliester, ataupun kombinasi keduanya. Gaun ini bisa dipakai ulang setelah dibersihkan hingga sebanyak 75 kali, selama gaun tidak robek atau rusak. Gaun medis juga perlu dilengkapi dengan celemek atau apron untuk melapisi bagian luar gaun. Apron tersebut umumnya terbuat dari plastik yang tahan terhadap disinfektan. 5. Sarung tangan medis Sarung tangan medis digunakan untuk melindungi tangan para petugas medis dari cairan tubuh pasien selama merawat pasien COVID-19. Sarung tangan ini idealnya tidak mudah sobek, aman digunakan, dan ukurannya pas di tangan. Sarung tangan yang sesuai standar penanganan COVID-19 harus terbuat bahan lateks atau karet, polyvynil chloride PVC, nitrile, dan polyurethane. 6. Penutup kepala Penutup kepala berfungsi untuk melindungi kepala dan rambut para petugas medis dari percikan air liur atau dahak pasien selama mereka merawat atau memeriksa pasien. Penutup kepala harus terbuat dari bahan yang dapat menahan cairan, tidak mudah robek, dan ukurannya pas di kepala. Jenis APD ini umumnya bersifat sekali pakai. 7. Pelindung sepatu Pelindung sepatu digunakan untuk melindungi bagian kaki petugas medis dari paparan cairan tubuh pasien COVID-19. Pelindung sepatu umumnya terbuat dari kain atau bahan spun bond yang tahan air dan harus menutupi seluruh bagian sepatu. Bagaimana Prosedur Penanganan APD Bekas Pakai? Setelah selesai digunakan, APD harus dimasukkan ke dalam kantong plastik khusus dan dikemas secara terpisah. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan APD bekas pakai Tidak meletakkan APD bekas pakai secara sembarangan, baik di lantai atau permukaan benda lain, seperti meja, kursi, atau loker Tidak membongkar kembali APD bekas pakai yang telah dikemas dalam plastik khusus Tidak mengisi kantong plastik khusus APD bekas pakai terlalu penuh Langsung membersihkan diri setelah menggunakan APD Tak hanya untuk tenaga medis, APD juga perlu digunakan oleh petugas kebersihan yang membersihkan ruang perawatan dan ruang isolasi pasien COVID-19 di rumah sakit. Sementara itu, untuk masyarakat biasa, APD yang perlu digunakan hanyalah masker. Namun, masyarakat bisa menggunakan masker dan sarung tangan bila sedang merawat atau ingin membersihkan rumah saat ada anggota keluarga yang sedang terinfeksi virus Corona. Selain mengenakan masker, untuk melindungi diri dari COVID-19, Anda juga perlu menerapkan physical distancing, mencuci tangan secara rutin, serta menjaga daya tahan tubuh tetap kuat. Bila Anda memiliki pertanyaan seputar COVID-19, baik gejala maupun langkah pencegahan, jangan ragu untuk chat dokter langsung di aplikasi ALODOKTER. Anda juga bisa membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi ini.
alat pelindung diri petugas kebersihan