GerakanKristiani Indonesia Raya atau disingkat GEKIRA adalah organisasi sayap (Orsap) Partai Gerindra yang bertujuan menjaring aspirasi masyarakat Kristiani Indonesia meliputi yang beragama Protestan dan Katolik. Keanggotaan GEKIRA terbuka kepada setiap orang Kristiani yang berada di bawah payung Partai Gerindra baik itu mereka yang menjadi
Dalamdeklarasi itu, termaktub visi, misi dan manifesto perjuangan partai, yakni terwujudnya tatanan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil dan makmur, serta beradab dan berketuhanan yang berlandaskan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Kisah Gerindra dan kepala garuda
JAKARTA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengonfirmasi kembali kehadiran dari sejumlah partai politik yang akan datang untuk mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2024. "PPP, Golkar, PAN, menurut informasi akan mendaftar pada hari yang sama, pada 10 Agustus. Demikian juga Gerindra-PKB daftar 8 Agustus," kata Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari di kantor KPU, Jakarta, Senin (1/8/2022).
KetuaUmum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan kepada media usai melakukan pertemuan di Kertanegara, Jakarta, Sabtu, 18 Juni 2022. Dalam pertemuan tersebut, Gerindra dan PKB bersepakat bekerja sama menyiapkan Pileg, Pilpres dan Pilkada di Pemilu 2024 mendatang. Godok Visi Misi Bersama
Seluruhanggota legislatif baik di provinsi maupun kabupaten/kota dari Partai Gerindra se Aceh didoktrin visi misi dan prinsip partai untuk penguatan fungsi
TDZ8E. Copyright © 2021 DPD Partai GERINDRA Jawa Barat
- Partai Gerakan Indonesia Raya atau dikenal dengan Partai Gerindra merupakan salah satu partai politik yang secara sah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum KPU sebagai peserta dalam Pemilihan Umum Pemilu dunia perpolitikan Tanah Air, nama Gerindra sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia. Pada tahun 2019, Gerindra mendapat urutan ketiga sebagai peraih suara terbanyak di DPR dengan jumlah 78 kursi atau suara. Selain itu, partai ini juga sudah dua kali mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden, tepatnya pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Sedangkan pada Pemilu 2009, Prabowo diusung menjadi calon wakil presiden. Sejarah Partai Gerindra Mengutip laman resmi sejarah awal pendirian parpol satu ini bermula pada tahun 2007 silam. Kala itu Fadli Zon dan pengusaha Hashim Djojohadikusumo sempat berbincang mengenai perkembangan politik yang dinilai "jauh dari nilai-nilai demokrasi yang sesungguhnya."Setelah berbincang, keduanya sepakat membuat partai baru guna memberikan harapan baru bagi tetapi, wacana pembuatan partai baru itu menuai pro kontra di kubu Hashim dan Prabowo, terlebih di kubu Prabowo Subianto yang pada saat itu tengah menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Partai laun, setelah melalui pembicaraan yang lumayan alot, akhirnya pada akhir tahun 2007, tercetus nama Partai Gerindra yang disarankan oleh Hashim kepada Fadli Zon. Sedangkan untuk lambang garuda digagas oleh Prabowo Partai Gerindra ini bisa disebut terlalu mendesak bak maraton, sebab waktu pendeklarasiannya berdekatan dengan waktu pendaftaran dan masa kampanye pemilihan umum pada 6 Februari tercetusnya nama Gerindra, para pendiri partai baru di tahun itu antara Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, Fadli Zon, dan Muchdi Pr, memikirkan dengan matang saat di Bangkok, Thailand. Saat itu, mereka berkumpul dalam acara Sea Games Desember perkumpulan itu akhirnya dimanfaatkan para pendiri partai untuk membahas nama sekaligus lambang partai, hingga akhirnya tercetus Partai Indonesia Raya, namun langsung menuai dilematik karena ada kesamaan dengan PIR Partai Indonesia Raya di masa lalu.“Kalau begitu, pakai kata GERAKAN, jadi Gerakan Indonesia Raya,” ungkap Hashim, dikutip di laman Partai Subianto kemudian menyarankan lambang kepala garuda sebagai identitas Partai Gerindra serta langsung mendapat persetujuan dari para pendiri burung garuda yang menghadap kanan itu melambangkan keberanian dalam bersikap sekaligus bertindak. Kemudian sisik di leher yang berjumlah 17, jengger dan jambul 8 buah, bulu telinga 4 buah, serta bingkai gambar segi lima memiliki arti hari kemerdekaan 17–8-1945 atau 17 Agustus 1945. Visi Misi Partai Gerindra Dalam andilnya di dunia politik Tanah Air, Partai Gerindra memiliki memiliki visi yang didasarkan pada Pancasila dan UUD 46. Selain itu, ditujukan juga untuk menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial dan tatanan politik negara yang berlandaskan pada nilai-nilai nasionalisme serta religiusitas, serta senantiasa berdaulat di bidang politik, berkepribadian di bidang budaya, dan berdiri di atas kaki sendiri dalam bidang untuk misi Partai Gerindra, terdapat 5 poin penting yang dibawanya, di antaranya yakni;1. Mempertahankan kedaulatan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus Mendorong pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pemerataan hasil-hasil pembangunan bagi seluruh warga bangsa dengan senantiasa berpegang teguh pada kemampuan sendiri. 3. Membentuk tatanan sosial dan politik masyarakat yang kondusif untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan kesejahteraan Menegakkan supremasi hukum dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah dan persamaan hak di hadapan hukum serta melindungi seluruh warga Negara Indonesia secara berkeadilan tanpa memandang suku, agama, ras dan/atau latar belakang golongan. 5. Merebut kekuasaan pemerintahan secara konstitusional melalui Pemilu Legislatif , Pemilu Presiden dan Pemilu Kepala Daerah untuk menciptakan lapisan kepemimpinan nasional yang kuat dan bersih di setiap tingkat Urut Gerindra di Pemilu 2024 Mengutip ANTARA, Partai Gerindra dalam Pemilu 2024 menurut keputusan KPU, mendapatkan nomor urut 2, dari 18 partai politik peserta Pemilu sejumlah pemberitaan, sosok Prabowo Subianto disinyalir kuat akan mencalonkan diri kembali sebagai calon presiden itu ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, pada saat dirinya menghadiri acara HUT ke-15 Partai Gerindra di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah. Menurut dia, Gerindra memiliki tujuan ingin menjadikan Prabowo Subianto sebagai presiden.“Apakah rakyat kita sudah menikmati kekayaan itu? kader belum. Itu sebabnya Gerindra ingin Prabowo presiden 2024," kata Muzani seperti dikutip di laman pada 1 Februari 2023. Masih di waktu yang sama, Muzani juga menegaskan di hadapan para kader Partai Gerindra, jika Prabowo diberikan kesempatan sebagai pemimpin Indonesia di tahun 2024 nanti, maka salah satu misi yang akan dibawanya yakni kebijakan pembangunan, terutama Ibu Kota Negara NusantaraIKN, akan terus juga PKB Ajak Gerindra Deklarasi Capres-Cawapres Jelang Ramadan Manuver Nasdem ke Sekber Gerindra-PKB & Nasib Koalisi Perubahan - Politik Kontributor Imanudin AbdurohmanPenulis Imanudin AbdurohmanEditor Alexander Haryanto
loading...Partai Gerindra merupakan sebuah partai politik di Indonesia yang didirikan sejak tahun 2008 silam. Foto DOK ist JAKARTA - Partai Gerindra merupakan sebuah partai politik di Indonesia yang didirikan sejak tahun 2008 silam. Dalam sejarahnya, Partai Gerindra saat ini menempati partai terbesar kedua setelah PDI Gerindra tentu tak lepas dari sosok yang terkenal yaknI Letnan Jenderal TNI Purn Prabowo Subianto Djojohadikusumo atau yang akrab disapa Prabowo . Dikutip dari laman resmi Gerindra, bahwa Partai ini berawal dari Keprihatinan, Gerindra lahir untuk mengangkat rakyat dari jerat kemelaratan, akibat permainan orang-orang yang tidak peduli pada juga Cerita Prabowo ketika Partai Gerindra DiremehkanBerangkat dari keprihatinan yang ada, para politikus Fadli Zon, Prabowo Subianto dan adiknya Hashim Djojohadikusumo mengadakan konvensi untuk membahas anggaran dasar dan anggaran rumah tangga AD/ART partai yang akan segera ketiga tokoh tersebut ada beberapa tokoh yang hadir di dalamnya seperti Ahmad Muzani, Halida Hatta, Tanya Alwi, MArian Mirza, Amran Nasution, Muchdi Pr, Haris Bobihoe, Sufmi Dasco Ahmad, Widjono Hardjanto dan Partai ini terbilang mendesak, karena akan diikutkan pada ajang kampanye pemilu 2009. Dengan begitu pada tanggal 6 Februari 2008 Partai Gerindra resmi dibentuk. Pada saat proses deklarasi berlangsung, Gerindra membawa Visi dan Misi yang memuat manifesto partai di antaranya sebagai berikut VisiMenjadi partai politik yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial dan tatanan politik negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah NKRI berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 yang senantiasa berdaulat di bidang politik, berkepribadian di bidang budaya, dan berdiri di atas kaki sendiri dalam bidang ekonomi.
JAKARTA, - Partai Gerakan Indonesia Raya atau akrab disebut Gerindra merupakan partai politik di Indonesia. Lahir di tahun 2008, kini, Gerindra menjadi salah satu parpol besar di tanah kelahiran Dikutip dari laman resminya, Partai Gerindra lahir dari keprihatinan politikus Fadli Zon dan pengusaha yang juga adik dari Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo. Keduanya prihatin terhadap kondisi politik Indonesia yang mereka anggap jauh dari nilai-nilai demokrasi. Berangkat dari situ, muncul gagasan untuk mendirikan partai. Ide ini lantas dibahas Hashim bersama orang-orang di lingkaran Prabowo. Baca juga Survei Litbang Kompas Prabowo, Ganjar, Anies Berebut Suara Milenial Kala itu, Prabowo masih menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Partai Golkar. Bahkan, ia sempat maju dalam konvensi calon presiden dari Partai Golkar. Singkat cerita, pada Desember 2007, berkumpul sejumlah tokoh untuk membahas anggaran dasar dan anggaran rumah tangga AD/ART partai yang akan dibentuk. Tokoh yang hadir di antaranya Fadli Zon, Ahmad Muzani, M. Asrian Mirza, Amran Nasution, Halida Hatta, Tanya Alwi, Haris Bobihoe, Sufmi Dasco Ahmad, Muchdi Pr, Widjono Hardjanto dan Suhardi. Mereka berkumpul di markas Institute for Policy Studies IPS di Bendungan Hilir, Jakarta. Fadli Zon kala itu menjadi Direktur Eksekutif IPS. Baca juga Menilik Elektabilitas Prabowo Subianto dari Berbagai Survei... Pembentukan Partai Gerindra terbilang mendesak. Sebab dideklarasikan berdekatan dengan waktu pendaftaran dan masa kampanye Pemilu 2009, yakni 6 Februari 2008. Dalam deklarasi itu, termaktub visi, misi dan manifesto perjuangan partai, yakni terwujudnya tatanan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil dan makmur, serta beradab dan berketuhanan yang berlandaskan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar UUD 1945. Kisah Gerindra dan kepala garuda Sebelum lahir nama Gerindra, sempat muncul usulan nama “Partai Indonesia Raya”. Nama itu sebenarnya dinilai tepat, hanya saja pernah digunakan di masa lalu, yakni PIR Partai Indonesia Raya dan Parindra. Nama Gerakan Indonesia Raya atau disingkat Gerindra lantas dicetuskan oleh Hashim Djojohadikusumo. Nama tersebut pun langsung disetujui tokoh-tokoh lain. Selain gampang diucapkan, "Gerindra" juga mudah diingat. Baca juga Kekuasaan M Taufik di Gerindra DKI yang Pelan-pelan Digembosi... Setelah nama, sempat muncul kebingungan untuk menentukan lambang ide untuk menggunakan lambang burung garuda. Namun, lambang ini sudah banyak digunakan partai lain. Sempat pula tercetus usulan lambang harimau dari survei kecil-kecilan yang diadakan Fadli Zon. Namun, Prabowo memiliki ide lain, yakni kepala burung garuda. Gagasan itu disampaikan oleh Prabowo yang kemudian disetujui oleh pendiri partai yang lain. Kepala burung garuda yang menghadap ke kanan melambangkan keberanian dalam bersikap dan bertindak. Bulu di leher berjumlah 17, jengger dan jambul 8 buah, bulu telinga 4 buah, dan bingkai gambar segi lima yang seluruhnya mengandung arti hari kemerdekaan, 17-8-1945. Suara di pemilu Debut sebagai peserta pemilu di tahun 2009, Partai Gerindra mendapat suara yang cukup memuaskan, yakni 4,46 persen atau suara. Jumlah tersebut menempatkan partai berlambang kepala garuda itu pada urutan partai ke-8 dengan perolehan 26 kursi DPR RI. Baca juga Para Elite Parpol yang Tolak Pemilu Ditunda dari AHY sampai Prabowo Di Pemilu 2014, perolehan suara Gerindra melonjak tinggi, yakni atau 11,81 persen suara. Gerindra kala itu berhasil menduduki urutan ke-3 dengan perolehan 73 kursi. Di tahun 2014 pula, Gerindra mampu mengsung ketua umumnya, Prabowo Subianto, maju di Pilpres berpasangan dengan Hatta Rajasa. Kala itu Prabowo-Hatta Rajasa mengantongi suara atau 46,85 persen, kalah dari pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Di Pemilu 2019, perolehan suara Gerindra kembali naik, yakni suara atau 12,57 persen. Jumlah ini menempatkan Gerindra di urutan kedua partai dengan perolehan suara terbanyak dengan 78 kursi di DPR RI. Pada tahun itu pula, Gerindra kembali mengusung Prabowo Subianto di Pilpres 2019, dipasangkan dengan Sandiaga Uno. Namun, lagi-lagi Prabowo harus kalah dari Jokowi yang bepasangan dengan Ma'ruf Amin dengan perolehan suara atau 44,50 persen. Visi dan misi Berikut visi dan misi Partai Gerindra VisiMenjadi partai politik yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial dan tatanan politik negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah NKRI yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 yang senantiasa berdaulat di bidang politik, berkepribadian di bidang budaya, dan berdiri di atas kaki sendiri dalam bidang ekonomi. Baca juga Survei Median Elektabilitas PDI-P Tertinggi, Gerindra dan Demokrat Bersaing Rebut Posisi Kedua Misi Mempertahankan kedaulatan dan tegaknya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Mendorong pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pemerataan hasil-hasil pembangunan bagi seluruh warga bangsa dengan senantiasa berpegang teguh pada kemampuan sendiri. Membentuk tatanan sosial dan politik masyarakat yang kondusif untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan kesejahteraan rakyat. Menegakkan supremasi hukum dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah dan persamaan hak di hadapan hukum serta melindungi seluruh warga negara Indonesia secara berkeadilan tanpa memandang suku, agama, ras dan/atau latar belakang golongan. Merebut kekuasaan pemerintahan secara konstitusional melalui Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden, dan Pemilu Kepala Daerah untuk menciptakan lapisan kepemimpinan nasional yang kuat dan bersih disetiap tingkat pemerintahan. Struktur organisasi Berikut susunan organisasi Partai Gerindra masa jabatan 2020-2025 Ketua Umum Prabowo Subianto Ketua Harian Laksdya TNI Purn Moekhlas Sidik Wakil Ketua Harian Widjono Hardjanto Wakil Ketua Umum bidang Organisasi, Kaderisasi, Keanggotaan dan Pemenangan Pemilu Sufmi Dasco Ahmad Wakil Ketua Umum bidang Luar Negeri Fadli Zon Wakil Ketua Umum bidang Ideologi, Politik Pemerintahan, Disiplin Partai dan Informasi Strategis Sugiono Wakil Ketua Umum bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup Edhy Prabowo Wakil Ketua Umum bidang Pertahanan dan Keamanan Mayjen TNI Purn Musa Bangun Wakil Ketua Umum bidang Pemberdayaan Potensi Jaringan, Koperasi, dan UMKM Ferry Joko Yulianto Wakil Ketua Umum bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan drg Putih Sari Wakil Ketua Umum bidang Pemuda, Perempuan dan Anak Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Wakil Ketua Umum bidang Hukum dan Advokasi Habihurokhman Wakil Ketua Umum bidang Pengabdian Masyarakat dan Kesejahteraan Rakyat Sumarjati Arjoso Wakil Ketua Umum bidang Pendidikan dan Infrastruktur Susi Marleny Bachsin Wakil Ketua Umum bidang Agama Mochamad Irfan Yusuf Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani Bendahara Umum Thomas Mulyatno Djiwandono Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto Ketua Dewan Penasihat Haryadi Darmawan Ketua Dewan Pakar Burhanuddin Abdullah Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Partai Gerindra adalah partai yang masih berusia muda, tetapi cukup mendapatkan tempat di hati masyarakat. Sepak terjang partai berlambang kepala Garuda ini memang tidak diragukann lagi. Lalu, bagaimanakah sejarah Partai Gerindra, visi dan misi, susunan kepengurusan, dan perjalanannya dalam sejarah Pemilu di Partai GerindraSejarah Partai Gerindra berawal dari keprihatinan para tokoh pendiri Partai Gerindra atas jerat kemiskinan yang dialami rakyat Indonesia akibat permainan orang-orang yang tidak peduli atas kesejahteraan. Fadli Zon dan Hashim Djojohadikusumo, dalam sebuah perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta pada November 2007, membicarakan tentang politik terkini yang jauh dari nilai demokrasi sesungguhnya. Rakyat hanya menjadi alat dan siapapun yang tidak memiliki kekuasaan ekonomi dan politik akan dengan mudah menjadi korban. Fadli Zon kemudian mengutip kata-kata politisi Inggris abad kedelapan belas, Edmun Burke ”The only thing necessary for the triumph [of evil] is for good men to do nothing” atau “kalau orang baik tidak berbuat apa-apa, maka para penjahat yang akan bertindak.” Terinspirasi dengan kata-kata tersebut, Hashim pun setuju jika ada partai baru yang memberikan haluan baru dan harapan baru. Tujuannya adalah agar negara ini bisa diperintah oleh manusia yang memerhatikan kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan golongannya gagasan pendirian partai diwacanakan di lingkarang orang-orang Hashim dan Prabowo. Tidak semua setuju dengan pendirian partai. Mereka beralasan jika ingin ikut terlibat dalam proses politik, maka ikut saja dengan partai politik yang ada. Setelah mengalami perdebatan cukup panjang dan alot, maka disepakati pembentukan partai baru yang benar-benar memiliki manifesto perjuangan demi kesejahteraan rakyat. Pada Desember 2007, demi mematangkan konsep partai maka berkumpulah sejumlah nama di sebuah rumah yang menjadi markas IPS Institute for Policy Studies di Bendungan yang hadir adalah Fadli Zon, Ahmad Muzani, M. Asrian Mirza, Amran Nasution, Halida Hatta, Tanya Alwi, Hari Bobihoe, Sufmi Dasco Ahmad, Muchdi Pr, Widjono Hardjanto, dan Prof Suhardi. Pada pertemuan tersebut dibicarakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga AD/ART partai yang akan dibentuk. Pembahasan dilakukan siang dan malam. Pada saat pembahasan tersebut, salah satu tokoh pendiri Partai Gerindra yaitu Fadli Zon, jatuh sakit hingga dirawat di rumah sakit selama 2 minggu. Namun, pembahasan terus berlanjut. Hingga suatu hari, Hasyim mengabarkan kepada Fadli Zon bahwa pembahasan mengenai Partai Gerindra sudah berhasil pada akhirnya, nama Gerindra muncul yang diciptakan oleh Hashim sedangkan lambang kepala burung garuda diusulkan oleh Prabowo Subianto. Pendirian Partai Gerindra terbilang mendesak karena dideklarasikan berdekatan dengan waktu pendaftaran dan masa kampanye pemilihan umum, yaitu 6 Februari 2008. Deklarasi Partai Gerindra pada 6 Februari 2008 menyuarakan visi, misi, dan manifesto perjuangan partai Gerindra yakni terwujudnya tatanan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil, dan makmur serta beradab dan berketuhanan berlandaskan Pancasila sebagaimana yang termaktub dalam pembukaan UUD NRI Tahun Nama dan Lambang PartaiPemberia nama partai didasarkan pada karakter dan ideologi nasionalis dan kerakyatan sebagai manifesto Gerindra. Pada awalnya disebutlan nama “Partai Indonesia Raya”. Nama tersebut tepat, tetapi sayangnya suda pernah digunakan di masa lalu, yaitu PIR Partai Indonesia Raya dan Parindra. Hashim pun akhirnya mengusulkan penambahan kata GERAKAN, maka disebutlah nama Gerakan Indonesia Raya. Gerindra mudah diucapkan jika disingkat dan mudah diingat. Anda dapat membaca sejarah Parindra Partai Indonesia lambang diawali dengan munculnya ide menggunakan burung garuda. Namun, lambang ini sudah banyak digunakan partai lain. Begitu pula dengan simbol Pancasila yang tergantung di dada garuda, mulai dari bintang, padi kapas, rantai, kepala banteng, dan pohon beringin sudah digunakan oleh partai politik lain. Fadli Zon akhirnya melakukan survey kecil-kecilan untuk menemukan lambang yang tepat. Hasi survey menyukai lambang harimau untuk Gerindra karena harimau adalah binatang yang sangat perkasa dan menggetarkan lawan bila mengaum. Prabowo memiliki ide lain, yaitu kepala burung garuda. Gagasan tersebut disampaikan Prabowo sendiri yang kemudian disetujui oleh pendiri partai yang lain. Lambang Partai Gerindra yang berupa kepala burung garuda memiliki makna sebagai berikutKotak persegi panjang bergaris hitam dan dasar warna putih, melambangkan kesucian dan bagian tengah terdapat gambar kepala Burung Garuda yang berwarna kuning keemasan, melambangkan Burung Garuda menghadap kanan, melambangkan keberanian dalam bersikap dan lambang kepala Burung Garuda, bagian leher kepala Burung Garuda memiliki sisik berjumlah 17; jengger&jambul sebanyak 8; bulu telinga sebanyak 4; bingkai gambar kepala Burung Garuda berbentuk persegi 5 sejatinya melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia, atas tertulis PARTAI berwarna hitam, di bawahnya tertulis GERINDRA yang berwarna merah dengan tepi tulisan berwarna hitam, dan di bagian bawahnya lagi tertulis GERAKAN INDONESIA RAYA yang berwarna sejarah Partai Gerindra tersebut, menampilkan perpaduan antara nama dan lambang yang tepat sebab keduanya menggambarkan semangat kemandirian, keberanian, dan kemakmuran rakyat. Pada perjalanannya, Partai Gerindra terbukti mendapatkan tempat di hati masyarakat. Saat iklan kampanye Partai Gerindra dilakukan, burung garuda dan suaranya ikut memberi latar belakang, sehingga para penonton merasa tergugah dengan iklan Partai Dan Misi Partai GerindraVisi Partai GerindraMenjadi Partai Politik yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial dan tatanan politik negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang senantiasa berdaulat di bidang politik, berkepribadian di bidang budaya dan berdiri diatas kaki sendiri dalam bidang Partai GerindraMempertahankan kedaulatan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pemerataan hasil-hasil pembangunan bagi seluruh warga bangsa dengan senantiasa berpegang teguh pada kemampuan tatanan sosial dan politik masyarakat yang kondusif untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan kesejahteraan supremasi hukum dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah dan persamaan hak di hadapan hukum serta melindungi seluruh warga Negara Indonesia secara berkeadilan tanpa memandang suku, agama, ras dan/atau latar belakang kekuasaan pemerintahan secara konstitusional melalui Pemilu Legislatif , Pemilu Presiden dan Pemilu Kepala Daerah untuk menciptakan lapisan kepemimpinan nasional yang kuat dan bersih disetiap tingkat Kepengurusan Partai GerindraSusunan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Periode Kepengurusan 2015-2020 Ketua Dewan Pembina Letjen TNI Purn H. Prabowo SubiantoAnggota Dewan Pembina Jenderal Djoko SantosoLetjen Yunus YusfiaSandiaga S. UnoFuad BawazierKetua Dewan Penasehat Mayjen TNI Purn Dr. Haryadi DarmawanKetua Dewan Pakar Dr. Ir. Burhanuddin Abdullah, MAKetua Umum Letjen TNI Purn H. Prabowo SubiantoKetua Harian Laksdya TNI Purn Moekhlas Sidik, MPAWakil Ketua Harian Widjono Hardjanto, SHWakil Ketua Umum Bidang Politik Dalam Negeri, Hubungan Antar Partai dan PemerintahanFadli Ketua Umum Bidang Luar Negeri Mayjen TNI Purn Yudi Magio YusufWakil Ketua Umum Bidang Pertananan & Keamanan Nasional Mayjen TNI Purn Chaerawan NusyirwanWakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Dr. Sumarjati ArjosoWakil Ketua Umum Bidang Buruh dan Ketenagakerjaan Fx. Arief Poyuono, SEWakil Ketua Umum Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Murphy Hutagalung, MBAWakil Ketua Umum Bidang Pembangunan, Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Energi Edhy Prabowo, MM., MBAWakil Ketua Umum Bidang Koperasi, UMKM dan Ekonomi Kreatif Marwah Daud Ibrahim, Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan Widjono Hardjanto, SHWakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Massa Ferry Joko Yuliantono, SE., AK., Ketua Umum Bidang Ideologi Rahmawati Soekarno PutriWakil Ketua Umum Bidang Kaderisasi dan Informasi Strategis SugionoWakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Advokasi Ir. Sufmi Dasko Ahmad, SH.,MHWakil Ketua Umum Bidang Pemuda dan Olahraga PurnomoSekretaris Jenderal H. Ahmad MuzaniBendahara Umum Thomas A. Muliatna Djiwandono, MAPartai Gerindra di Pemilu Indonesia1. Pemilihan umum 2009Pada Pemilihan Umum Legislatif di Indonesia tahun 2009, Partai Gerindra menempati 26 kursi 4,64% di Dewan Perwakilan Rakyat. Partai ini berhasil meraih suara 4,5%.2. Pemilihan umum 2014Pada Pemilihan Umum Legislatif di Indonesia tahun 2009, Partai Gerindra meraih posisi ketiga dan mendapatkan 73 kursi di DPR. Partai Gerindra berhasil meraih suara atau 11,81%.3. Pemilihan umum 2019Partai Gerindra akan berpartisipasi dalam Pemilu 2019 mendatang. Partai ini mengusung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga S. Uno sebagai pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden pada Pemilihan Presiden 2019 uraian mengenai sejarah Partai Gerindra. Semoga pembahasan mengenai sejarah Partai Gerindra ini bermanfaat bagi Anda. Selain sejarah Partai Gerindra, Anda dapat juga membaca sejarah partai lainnya seperti sejarah Partai Demokrat, sejarah Partai Golkar, dan sejarah Partindo Partai Indonesia. Semoga bermanfaat.
visi misi partai gerindra